Ekonomi Suram - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 21 April 2020

Ekonomi Suram


MEMBERSTVNEWS.COM,-- Pada hari Selasa (21/April), Bank Sentral Australia merilis notulen rapat kebijakan moneter bulan April yang masih menyoroti dampak lanjutan penyebaran virus Corona. Secara spesifik, laporan tersebut membahas masalah penangguhan dan pembatalan rencana investasi bisnis, juga konsumsi rumah tangga yang diperkirakan terus menyusut selama beberapa bulan ke depan.

Anggota dewan RBA melihat adanya kemungkinan kejatuhan ekspor dan berbagai sektor ekonomi lainnya apabila pandemi COVID-19 tetap bertahan hingga waktu yang lebih lama.

 Hal itu cukup beralasan, mengingat pandemi telah memaksa banyak negara termasuk Australia melakukan upaya pembatasan seperti lockdown. Lebih lanjut, notulen untuk rapat yang diadakan pada tanggal 7 April lalu mengungkapkan bahwa dewan pembuat kebijakan RBA memperkirakan ekonomi Australia akan menyusut drastis pada kuartal kedua tahun ini, dan kemungkinan akan berlanjut hingga kuartal ketiga mendatang.

Pada bagian Pertimbangan Kebijakan Moneter, para pembuat kebijakan mencatat bahwa langkah pendekatan moneter dan fiskal yang terkoordinasi akan meredam potensi kejatuhan ekonomi Australia. Kebijakan tersebut juga diyakini dapat membantu mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19 berlalu dan pembatasan (lockdown) telah dihapus.

 Terlepas dari outlook suram dan keyakinan terhadap langkah otoritas untuk menanggulangi dampak Corona, pembuat kebijakan RBA mengakui bahwa sistem keuangan Australia secara umum tetap tangguh. Posisi likuiditas stabil dan didukung oleh sistem buffer moneter yang tersedia saat ini, sehingga dipercaya akan mampu mendukung perekonomian. 

Rilis Notulen rapat RBA bulan April pagi ini tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan Dolar Australia versus Dolar AS. Pada pukul 10:15 WIB, pair AUD/USD berada di kisaran 0.6299, melemah 0.58 persen dari harga Open harian.

Secara umum, Dolar AS saat ini memang menguat cukup signifikan terhadap berbagai mata uang komoditas seperti AUD, NZD, CAD, dan mata uang negara-negara berkembang. Hal ini dipicu oleh meredupnya minat risiko pelaku pasar menyusul kejatuhan harga minyak mentah.(redseputarforex)



Post Bottom Ad

Halaman