Seluruh Pemuka dan Umat Beragama Sepakat Ikuti Arahan Ibadah di Rumah - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 24 April 2020

Seluruh Pemuka dan Umat Beragama Sepakat Ikuti Arahan Ibadah di Rumah

BANDUNG, MEMBERSTVNEWS.COM - Wabah Covid-19 telah berdampak pada seluruh lini kehidupan, termasuk juga kehidupan beragama. Seluruh umat beragama di Kota Bandung kini diimbau untuk beribadah dari rumah.

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung pun menjembatani arahan itu kepada seluruh pemuka agama. Tak hanya Islam sebagai agama mayoritas di Kota Bandung, namun pemeluk agama lain pun mematuhi arahan tersebut.

"Sejak awal kita sudah mengimbau supaya menaati keputusan pemerintah tentang penanganan menghadapi Covid-19 dan mereka pada intinya menaati," ujar perwakilan FKUB Kota Bandung Tjutju Sahrum saat menggelar jumpa pers di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Jalan Sadang Serang No. 13 Bandung, Kamis (23/4/2020).

Tjutju menjelaskan, berbagai kegiatan keagamaan di tempat ibadah dihentikan menyusul terbitnya surat edaran tentang penanganan Covid-19 dari Wali Kota Bandung.

"Gereja yang biasanya melaksanakan kebaktian, berkumpul orang banyak juga tidak menyelenggarakan kebaktian. Protestan, Hindu, Konghuchu pun sama," tuturnya.

Hal itu diamini oleh I Nyoman, perwakilan umat Hindu yang seharusnya merayakan Nyepi pada 25 Maret 2020 lalu. Ia mengaku, mengalihkan persembahyangan yang seharusnya dilakukan di pura sehari sebelum Nyepi ke rumah.

"Sejak tanggal 24 Maret seharusnya ada persembahyangan menjelang hari raya Nyepi. Itu harusnya dihadiri oleh sekitar 3.000 umat Hindu yang ada di Kota Bandung terpusat di Pura Wira Satya Dharma Batalyon Zipur IX Ujungberung. Tetapi hanya diwakili oleh 10 orang, sisanya melaksanakan sembahyang di rumah masing-masing," jelas I Nyoman.

Tak hanya itu, persembahyangan sehari-hari umat Hindu pun sudah tidak lagi dilakukan di pura-pura. Saat ini, upacara keagamaan dilakukan hanya oleh perwakilan umat.

"Ada (upacara) bulan mati namanya Tilem di Hindu, bulan penuh purnama. Itu juga dilaksanakan di rumah masing-masing, hanya untuk di pura diwakili oleh kurang lebih 10 orang. Terutama orang-orang yang ada di sekitar Batalyon Zipur IX Ujungberung," imbuhnya.

Hal senada dilakukan oleh umat Konghucu. Para pemuka agama telah mengimbau umat Konghucu untuk menaati aturan pemerintah soal bagaimana menjaga agar pandemi ini bisa segera usai.

"Umat Konghucu telah diimbau bahwa segala sesuatunya harus dimulai dari diri kita sendiri, memberi teladan kepada keluarga, tetangga dan lingkungan kita untuk mematuhi apa yang disampaikan pemerintah," terangnya. 

"Dengan menjalankan itu kita tidak cuma membantu meringankan pemerintah, tetapi juga akan membantu paramedis agar mereka lebih ringan," imbuhnya.

Ia pun berharap semoga wabah ini bisa segera reda, dan aktivitas beribadah bisa dilakukan seperti sedia kala.

"Kami harap dan sama-sama berdoa semoga Covid-19 cepat berlalu dan kita bisa saling bersilaturahmi lebih akrab lagi," pungkasnya. 

(Red.Nur/Iwnaruna)

Post Bottom Ad

Halaman