GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MELANTIK 572 KEPALA SEKOLAH DAN 15 PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMDA JAWA BARAT - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 11 Juli 2020

GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MELANTIK 572 KEPALA SEKOLAH DAN 15 PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMDA JAWA BARAT

KOTA BANDUNG,  MEMBERSTVNEWS.COM  - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara resmi melantik 572 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jum’at (10/7/20).

Dalam arahannya, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– meminta kepala sekolah yang dilantik untuk berinovasi, bukan berpolitik. Sebab, kata ia, kepala sekolah adalah abdi negara yang harus fokus dan loyal pada sistem pemerintahan.

“Indeks pendidikan kita di mata internasional masih rendah, saya minta para kepala sekolah yang dilantik untuk selalu berinovasi.

Para kepala sekolah jangan berpolitik, karena sumpah jabatan kita, lencana PNS kita, kita adalah abdi negara,” kata Kang Emil. Kang Emil menyatakan, jika ada kepala sekolah yang berpolitik di lingkungan sekolah, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

Selain tak boleh berpolitik di lingkungan sekolah, Kang Emil mengimbau kepala sekolah untuk memerhatikan kegiatan ekstrakurikuler, supaya tidak ada kegiatan nonkelas yang memengaruhi nasionalisme peserta didik.

“Jangan sampai saya mendengar ada kegiatan-kegiatan yang mengganggu Pancasila di sekolah. Ada orang-orang luar berkampanye, menjelek-jelekan NKRI dan Pancasila di lingkungan sekolahnya. Kalau itu terdengar, kepala sekolahnya saya berhentikan,” tegas Kang Emil.

“Saya titip itu betul-betul. Jangan sampai ada ekstrakurikuler, kegiatan nonkelas yang mengganggu semangat kebangsaan kita di sekolah-sekolah di Jawa Barat,” tambahnya.

Kang Emil mengatakan, kepala sekolah merupakan tugas tambahan, karena sejatinya para kepala sekolah adalah guru.

“Setelah menjadi kepala sekolah, kalau diminta menjadi guru lagi itu adalah norma yang sudah seharusnya. Setelah menjadi kepala sekolah, tidak usah minta jadi ini, jadi itu, jadi pengawas. Kalau negara membutuhkan jadi guru lagi, terima, karena itu adalah hakikat kita bahwa utamanya kita adalah guru, dan ketika menjadi kepala sekolah itu adalah tugas tambahan,” ucapnya.

Menurut Kang Emil, kepala sekolah yang dilantik sudah melewati sejumlah proses yang ketat, termasuk evaluasi sesama guru, pengawas, dan masukan peserta didik.

“Ada evaluasi dari sesama guru, dari kepala sekolah, dari pengawas, ada masukan-masukan online kami terima dari murid-muridnya, sehingga kepemimpinan kita kalau buruk akan punya persepsi yang buruk, kalau baik akan punya persepsi yang diteladani di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Selabintana Kabupaten Sukabumi Helda menyatakan kesiapannya menjalani tugasnya sebagai kepala sekolah. Ia juga siap jika harus kembali menjadi guru saat masa baktinya sebagai kepala sekolah usai.


“Memang itu harus diutamakan, karena kita pada intinya adalah mengabdi kepada masyarakat. tidak boleh ada beban dan ikatan lain. Sudah seharusnya kita fokus pada pekerjaan kita, pada tanggung jawab kita,” kata  SelaiHelda.

572 Kepala Sekolah, Kang Emil melantik pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar.

Di antaranya, 1 orang Arsiparis Ahli Muda, 2 orang Pustakawan Ahli Muda, 1 orang Auditor Mahir, 12 orang Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda, 10 orang Guru Ahli Pertama, 1 orang Radiografer Mahir, 1 orang Perawat Terampil, 1 orang Assessor SDM Aparatur Ahli Muda, 1 orang Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda, 1 orang Polisi Pamong Praja Mahir, 1 orang Pamong Budaya Ahli Muda, serta 1 orang Dokter Ahli Muda.


Sementara itu sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara resmi melantik 15 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/20).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 821/Kep.322-BKD/2020 tanggal 11 Juni 2020 tentang Alih Tugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.


Adapun 15 pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah

Nanin Hayani Adam sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah,
Jafar Ismail sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan,

Noneng Komara Nengsih sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,

Rachmat Taufik Garsadi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,

Ahmad Hadadi sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah,

RD Dewi Sartika sebagai Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial,

Mochamad Ade Afriandi sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja,

Dicky Saromi sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia,

Haryadi Wargadibrata sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik,

Muhamad Solihin sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan,

Linda Al Amin sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah,

Dedi Supandi sebagai Kepala Dinas Pendidikan,

Raden Iip Hidajat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Ida Wahida Hidayati sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, serta.

Toto Mohamad Toha sebagai staf ahli gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM.

Pada pelantikan ini, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– berpesan agar seluruh pejabat yang diamanati tugas baru itu membagi fokus penugasannya pada dua hal, yaiti pengendalian COVID-19 dan penerapan penugasan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kita harus mempertahankan prestasi-prestasi dalam pengendalian COVID-19. Oleh karena itu, saya titip 50 persen penugasan fokus kepada pengendalian COVID-19,” ujar Kang Emil.

“Dan 50 persen lagi mencoba untuk melakukan kegiatan (penugasan) senormal dan serutin mungkin, sampai di bulan Desember,” tambahnya.

Kang Emil juga mengimbau agar seluruh pejabat yang baru dilantik itu senantiasa menjaga integritas, pelayanan sepenuh hati, dan profesionalisme untuk terus belajar. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan tiga syarat menjadi PNS yang baik.

“Saya titip tiga hal. Integritas, melayani sepenuh hati, dan profesionalisme. Jangan sampai dicederai,” tutur Kang Emil.

“Mudah-mudahan tiga syarat menjadi ASN yang baik terus dipertahankan dan belajar memberikan inovasi,” katanya.

Selain 15 pimpinan tinggi pratama, terdapat 60 pejabat fungsional yang dilantik, yaitu Pustakawan Utama (1 orang), Widyaiswara Utama (3), Pustakawan (2), Kepala Sekolah (1), Guru (7), Analis Kepegawaian (14), Asessor SDM Aparatur (2), Auditor (2), Perencana (7), Pamong Budaya (1), Pekerja Sosial (3), Arsiparis (6), Polisi Pamong Praja (3), Pengelola Pengadaan Barang Jasa (6), dan Pranata Humas (2).

Adapun Pemda Provinsi Jabar melalui Panitia Seleksi Terbuka juga mengumumkan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk sembilan jabatan, yakni:

Kepala Biro BUMD dan Investasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar,
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jabar,

Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jabar,

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Provinsi Jabar,

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jabar,

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar,

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar,

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar,

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Seleksi terbuka berdasarkan Surat Komisi ASN No. B-1669/KASN/06/2020 tanggal 11 Juni 2020 ini dapat diikuti mulai Jumat (12/6) hingga Selasa, 16 Juni mendatang.

Informasi tentang ketentuan, persyaratan, dan tahapan seleksi dapat diakses di www.seleksiterbuka.jabarprov.go.id atau www.bkd.jabarprov.go.id.



(Red) 

Post Bottom Ad

Halaman