Konsep Kang Pisman di Taman Badak Dewi Sertika Balai Kota Bandung - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 27 Agustus 2020

Konsep Kang Pisman di Taman Badak Dewi Sertika Balai Kota Bandung

BANDUNG, MEMBERSTVNEWS.COM  -  Balai Kota Bandung merupakan tempat pemerintahan Kota Bandung yang di pelataran area tersebut menghadirkan area taman Badak dan Taman Dewi Sartika juga ada patung simbol Love Kang Pisman. 

Disamping taman tersebut ada bagian Little Garden dan Little Zoo. 

Little zoo berisi unggas, ikan dan burung sedangkan Little Garden berisi tanaman hebat, sayuran hingga pohon-pohon kayu dan berbuah seperti lengkeng, jambu, belimbing, nangka, mangga, kayu cendana dan lain-lain. 

"Rumah Sampah Balai Kota Kang Pisman memiliki konsep untuk informasi Edukatif pada masyarakat terutama pengenalan pada anak-anak PAUD, TK dan SD," ungkap Kang Boy Pengurus Rumah Sampah Balai Kota Kang Pisman jalan Wastukancana nomor 2, Kota Bandung, Jumat, 28/8/2020. 

Menurutnya, konsep ini instruksi langsung Walikota Bandung,  H. Oded M. Danial agar pemahaman membuang sampah tertanam sejak dini pada anak-anak selain itu memperkenalkan jenis-jenis unggas, burung, sayuran, tanaman herbal, hingga pohon yang ada disekitar lingkungan taman Balai Kota Bandung. 

"Jenis unggas yang ada dari ayam batik, ayam ketawa, angsa hingga parkit dan semua yang ada merupakan bentuk titipan bantuan dari komunitas," jelas Boy. 

Boy memaparkan kolaborasi taman dengan Kang Pisman lebih utamakan komposter sebagai media dan pemeliharaan tanaman. 

"Semenjak pandemi Covid-19 volume sampah relatif berkurang dan disini hanya mengolah sampah yang dan lebih besar sampah organik dari daun-daunan," jelasnya. 

"Kompos tersebut digunakan media tanam dan pupuk untuk tanaman sayuran, herbal hingga buah-buahan," tambahnya. 

Kami berharap ada bantuan titipan dari berbagai komunitas tanaman untuk dipajangkan disini sebagai promosi, edukasi dan informasi serta menambah wawasan dan pengetahuan khalayak ramai. 

"Silahkan untuk komunitas tanaman hias, seperti bonsai dan yang lainnya menitipkan hasil kreasinya dalam ikut serta menambah khazanah taman lebih banyak memperkenalkan edukasi sebagai rujukan yang selanjutnya kami sambungan ke sanggar atau komunitas," pungkasnya. 


Editor Iwan Rohman 

Post Bottom Ad

Halaman