Pengguna Air MBR Keluhkan Pembayaran Abudemen yang Bertumpuk dan Penelantaran Pelayanan di lapangan - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 11 September 2020

Pengguna Air MBR Keluhkan Pembayaran Abudemen yang Bertumpuk dan Penelantaran Pelayanan di lapangan

BANDUNG, MEMBERSTVNEWS.COM  --  Warga RW 7 Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung mengeluhkan tentang pungutan/pembayaran PDAM Tirtawening, tipe pemasangan kolektif MBR yang terus berjalan, sementara airnya dari awal pemasangan tidak pernah ngocor dan meteran menunjukan angka nol. 

Sejak awal pemasangan 2018 di wilayah RW 7 Kebon Gedang pengaduan demi pengaduan tidak pernah dihiraukan, bahkan belum ada petugas dari pengaduan yang datang,  tapi tiba-tiba ada penagihan. 

Yang disayangkan penagihan itu dibiarkan berbulan - bulan sehingga patut diduga ada kesengajaan bisnis abudemen saja. 

Menanggapi keluhan warga, beberapa awak media mendatangi PDAM untuk mengklarifikasi kebenarannya yang berlokasi di Jl. Badak Singa No.10, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (10/9/2020).

Saat ditemui, petugas PDAM Wawah mengatakan, "Yang namanya pelanggan PDAM itu harus mau membayar kewajibannya (Abudement) sebesar 17.000, baik ada air atau tidak ada air tetap harus bayar," ujarnya.

Ditempat terpisah Humas PDAM Dewi Reswati menyampaikan, "Mohon difahami bahwa PDAM posisinya sebagai operator. Memang saat ini ada penurunan debet air, buat kami layanan terbaik adalah kewajiban, kami senang bisa memberikan layanan prima," jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Dewi mengatakan, "Karena surat ini ditujukan kepada Bapak Direktur Utama dan Direktur terkait, surat akan disampaikan kepada Bapak Direktur Utama dan berkoordinasi dengan wilayah terkait," ucapnya.

"Nanti akan ada pengecekan ke lapangan oleh dinas terkait. Tentunya akan kami tangani secepatnya, yang menjadi citacita kami adalah pelayanan Prima untuk pelanggan, namun untuk mencapai rasa puas kembali lagi kepada setiap orang berbeda beda," pungkas Dewi.



(Red)

Post Bottom Ad

Halaman