Sosialisasi dan Edukasi dari Satgas Citarum Harum, Pemerintah Kewilayahan dan Warga RW 18 Ankid. - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 18 Desember 2020

Sosialisasi dan Edukasi dari Satgas Citarum Harum, Pemerintah Kewilayahan dan Warga RW 18 Ankid.

Kota Bandung, memberstvnews.com - Sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat adalah hal penting untuk bentuk Informasi yang harus disampaikan tentunya terkait penataan ruang lingkungan hidup dan manusia dalam menjaga lingkungan tersebut demi kelangsungan hajat hidup orang banyak.

Mediasi lewat forum diskusi sosialisasi dan edukasi bersama antara pihak petugas proyek BBWS Citarum Harum, Pemerintah Kewilayahan, Satgas Citarum Harum Sektor 22 dan warga masyarakat terdampak pembongkaran sepanjan bantaran sungai Cibodas di RW 15 dan RW 18 Jajaway.

Forum diskusi ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam mencari kesepakatan bersama dalam soluktifitas atau hasil titik tengah atas kesepakatan bersama.

Tim Advokasi Hukum Kang Erwin, Ferry advokat memaparkan, "kami sudah mengikuti forum diskusi sosialisasi dan edukasi yang mewadahi, mempertemukan dan menjembatani permasalahan yang ada antara pihak terkait pembenahan disepanjang pinggiran aliran sungai Cibodas bersama warga Jajaway RW 15 dan RW 18 Ankid, Antapani adalah hal yang tepat dan perlu diaptesiasi, yang berlangsung pada hari Jumat, 18 Desember 2020 bertempat di GSG RW 18 Pratista II," jelas Ferry, pada konferensi pers di Kantor Ferry Laws Jl. Sukabumi (bekang no.32) Kota Bandung, 19/12/2020.

Lewat Advokasi Hukum Ferry, Kang Erwin titip pesan untuk menyampaikan laporan kegiatan tersebut (sosialisasi Edukasi terkait penanganan Daerah Aliran Sungai Cibodas) pembahasan masalah penggusuran warga.

Dan adalah benar proyek BBWS ini bagian dari program Citarum Harum yaitu untuk kepentingan menyeluruh dan kompleks demi kepentingan bersama dalam penataan ruang lingkungan hidup dan kehidupan manusianya yang bersinergi dan satu sama lain saling bertalian dan membutuhkan.

Peserta yang hadir:
1. Ibu Camat, Bu Rachmawati beserta jajaran,
2. Lurah antapani kidul , Pak Dedi Juardi beserta jajaran,
3. ketua Satgas BWS , pak Joko, berserta jajaran,
4. kepala satgas Sungai Citarum Harum, Bpk Kolonel Inf. Eppy Gustiawan beserta jajaran,
5. Instrumen Pemerintahan Dinas PU,
6. Perwakilan Anggota DPRD Kota Bandung, Kang Ferry mewakili Anggota dewan Kang H. Erwin, dan
7. WARGA RT 07 RW 18, ketua RW beserta 25 orang warga perwakilan.

Setelah panjang lebar memberikan sosialisasi dan edukasi oleh pihak satgas dan pemaparan dan sesi diskusi tanya jawab terkait penggusuran dipandu oleh bu camat dan satgas, kesimpulan:
1. Warga tetap harus mengosongkan lahan di bantaran sungai kali Cibodas (lahan pemerintah yang ditempati warga),
2. Pihak Satgas dan intansi pemerintahan terkait sudah menyepakati memberikan kebijakan terkait waktu pengosongan lahan tersebut dg batas waktu sampai tanggal 20 Januari 2020,
3. Tidak ada dana penggantian pembongkaran bangunan Warga terdampak, dan
4. Pihak pemerintah baik tingkat keluarahan, kecamatan dan Dinas Terkait akan mencari solusi terkait nasib warga yang terdampak penggusuran dg akan melakukan komunikasi dg dinas terkait dan juga berkomunikasi dengan Pihak DPRD Kota Bandung.

Ferry mengatakan lebih lanjut bahwa "Demikian, Kami dari tim hulum kang haji Erwin sudah menjembatani kedua aspirasi tersebut terkait laporan kegiatan yang harus disampaikan. Kurang lebih mohon maaf," tandasnya.

Keterangan lain dari diskusi tersebut ini wacana dari Petugas Pemerintah Kewilayahan sebagai catatan bahwa pemerintah kota Bandung beserta OPD, dinas dan jajarannya juga Satgas Citarum Harum Sektor 22 hanya mengemban tugas dan amanah dari suatu hirarki atasan untuk menjalankan tanggung jawab dalam mensukseskan setiap program pembangunan dari pemerintah pusat, daerah hingga Pemerintah Kewilayahan secara terpadu.

Dan terkait permasalahan yang ada kita sepakati sesuai aturan hukum yang berlaku pungkasnya.





Editor penyelaras Aef/Iwan Rohman

Post Bottom Ad

Halaman