Sosialisasi Pembangunan Kolam Retensi Gedebage Tahap II Bersama Pihak Terkait - MEMBERSTVNEWS

MEMBERSTVNEWS

Mengedepankan Realita

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 19 Januari 2021

Sosialisasi Pembangunan Kolam Retensi Gedebage Tahap II Bersama Pihak Terkait

Kota Bandung, memberstvnews.com - Forum sosialisasi dan  perundingan tahap II pembangunan kolam retensi Gedebage bersama pihak terkait.

Hadir Dansektor Citarum Harum Sektor 22, Kol. Inf.  Eppy Gustiawan, S.Ip., Camat Panyileukan, Hj. Sri Kurniasih, M.Si., Kadis PU, Didi Ruswandi, perwakilan DLHK, Sofyan,   perwakilan PD Pasar dan sejumlah pedagang (PKL) Gedebage, perwakilan Pos Ormas PP Gedebage, Pius Manalu, Fajar, H. Dani, Kang Deni dan tamu undangan lainnya.

Rapat digelar secara tertutup antara pihak terkait di ruang aula Kecamatan Panyileukan agar tidak terjadi argumen dan opini dari pihak luar.

"Penataan pembangunan tahap dua kolam retensi diperlukan untuk menindaklanjuti pembangunan sebelumnya. Diperlukan untuk penataan dan tata kelola sampah dan maintance kolam retensi, agar pengelolaan manajemen sampah lebih baik yang tentunya untuk kenyamanan penjual dan pembeli," ungkap Eppy Gustiawan di ruang rapat kantor Kecamatan Panyileukan Jalan Soekarno Hatta, Bandung, 19/1/2021.

Eppy juga menjelaskan, kita semua mengharapkan landscape menjadi ruang publik bagus, dimana destinasinya dapat, kenyamanan, manfaat retensi dan kenyamanan serta manajemenya lebih baik.

"Kami juga mengklopkan sinergitas kebijakan pemerintah pusat, provinsi, kota hingga kewilayahan yang bersangkutan dengan sungai terlebih penanggulangan masalah banjir. Pada dasarnya ini semua untuk kebaikan kita semua," tambah Eppy.

Eppy Gustiawan memaparkan bahwa kepala pasar Gedebage akan memberikan lapak baru untuk para PKL yang terdampak.

"Tentunya kami tidak memutuskan usaha para PKL untuk usaha didalam pasar yang akan disediakan kapas gedebage," terangnya.

Sementara itu, Camat Panyileukan, Hj. Sri Kurniasih, M.Si., memaparkan bahwa rapat tadi merupakan sosialisasi pembangunan kolam retensi tahap II bersama warga atau PKL Gedebage yang secara langsung terdampak pembangunan penataan tersebut.

"Atas koordinasi pihak SKPD dan terkait, kami sudah melayangkan surat pemberitahuan pada PKL yang ada disekitar kolam retensi," tutur Sri.

Sri mengatakan bahwa kami hanya melaksanakan tahapan-tahapan manyampaikan peraturan daerah, kebersihan dan tidak berjualan di jalan protokol yang tidak sesuai Perda Kota Bandung.

"Dari pembangunan tahap satu kami sudah merujuk PD Pasar untuk menyiapkan lahan namun mereka menolak dan hanya bergeser dari kolam retensi pada saat itu kami dan Dansektor mempersilahkan," kata Sri.

"Intinya kami hanya menunggu kesadaran mereka agar menempati kios-kios yang sudah disiapkan lebih baik daripada menempati tanah Pemkot demi kenyamanan juga," tandasnya.

Lain hal dengan ungkapan para PKL yang reporter telusuri bahwa kesepakatan lapak bergeser namun baru selesai pembangunan kios kami sudah harus dibongkar lagi.

Fajar salah satu PKL menuturkan bahwa pada dasarnya dari awal mendukung program pemerintah namun sosialisasi dan pemberitahuan pada pembangunan kolam retensi kurang publikasi.

"Dari hasil rapat pertama kami setuju untuk lapak bergeser dan kami sudah menuruti, dan dulakukan pengukuran agar tidak menggangu progam pemerintah," tutur Fajar.
"Kolam retensi untuk mengurangi banjir namun pada kenyataannya tetap saja banjir (sambil menunjukan video)," tambah Fajar.

Fajar menjelaskan bahwa para PKL disini sudah melakukan kerjasama yaitu menjaga keamanan,   kebersihan dan ketertiban serta kenyamanan.

"Disini tadinya tempat rawan copet, begal dan kriminal lainnya dengan adanya kami jadi aman dan tertib," akunya.

"Mari kita sama-sama bekerjasama untuk penataan supaya tidak banjir itu dasarnya bukan mengusik para PKL, tolong pada pemerintah kita pakai rasa dan hati untuk masyarakat lemah dan menata kota Bandung agar kondusif," pinta Fajar.

Sedangkan Pius Manalu SE., sebagai PKL Gedebage yang sudah puluhan tahun berlapak pada dasarnya PKL disana sangat sederhana mendukung program pemerintah bahwa pembangunan tetap berjalan dan perekonomian masyarakat juga berjalan.

"Mari bersama mempertahankan kondusifitas disana bersama-sama, menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban sehingga terciptanya kenyamanan tanpa mengurangi kegiatan perekonomian PKL disana," terang Pius.

Lanjut Pius meneruskan pembicaraan bahwa kami semua sudah sepakat pada tahap I dimana harus bergeser agar tidak mengganggu program pembangunan selanjutnya dengan melakukan pengukuran yang cermat dan matang.

"Yang penting mari kita bersinergi dan berkolaborasi menjaga kondusifitas, libatkan kami menjaga dan memelihara kolam retensi dalam hal keamanan, ketertiban dan kenyamanan dimana menjaga kemungkinan anak-anak jatuh ke kolam, disini bukan PKL aza tapi ada pos Gibas, PP dan PERKARA," tandasnya.

"Mari membangun tanpa ada yang tersakiti, ternodai mari bersama menjaga kondusifitas," pungkasnya.



Editor Iwan Rohman

Post Bottom Ad

Halaman